Selasa, 02 Juni 2015

Tindak Sepekat Sang Malam

Dalam gelapnya langit petang

Tertabur sejuta bintang
Berkejora dengan indahnya
Menghiasi pekatnya sang malam
Hati terbimbang dengan segala angan
Pikirpun melayang dengan segala arah
Tindak terlaksana dalam kuasa syaitan
Tuhan telah ciptakan insan dengan sempurna
Tuhan pula telah berikan segala pada insan-Nya
Pada anak Adam dan Hawa begitulah kata-Nya
Dengan segala kesempurnaan yang kau miliki
Kau perdayakan kesempurnaanmu untuk membius hati kaum hawa
Kaulah anak adam yang terlahir di dunia
Kaulah anak adam yang sempurna
Kau pula anak adam yang keji
Kau bernada indah pada kaum hawa
Kau berlaku lembut pada kaum hawa
Kau pula yang menyayat hati kaum hawa
Tiada tersadar kaum hawa kau jadikan sebagai bunga
Kau memetiknya kerana kau suka
Detik menit berganti tiada tersadar
Bunga layu dengan sendirinya  tanpa kau rawat
Lalu kau membuangnya tiada rasa berdosa
Kemudian kau mencari bunga yang lain sebagai penggantinya
Dan kau memetiknya kembali
Sebelum bunga layu dan mati
Kau membuangnya karena kau bosan
Lalu kau mencari dan memetik lagi bunga yang lain
Begitulah seterusnya dengan alur cintamu
Hingga kau tak pernah merasakan
Merasakan indahnya sebuah kesetiaan
Hatimu telah terbutakan oleh bunga yang baru
Kau berikan jalan yang lurus padanya
Jalan lurus yang menghantarkannya pada perabadian cintamu
Namun…
Tujupun tak sampai karena lakumu yang menggantikannya dengan yang lain
Dalam keadaan itulah kaum hawa dapat merasakan
Dapat merasakan bahwa hatinya tersayat oleh anak adam
Yang mana dalam nyata dia terlindungi oleh anak adam
Tak pernah kau merasa takut akan hokum
Tak pernah pula kau merasa malu akan lakumu
Segalanya kau lakukan atas dasar nafsu semata
Kau tak pernah tersadar akan janji Tuhan
Jauh disana kautelah ternantikan oleh seorang kaum hawa
Yang mendo’akanmu dalam sepertiga malamnya
Yang merindumu dalam tiap nafasnya
Yang berharap kaulah imam bagi diri dan anak-anaknya
Hai kau anak adam yang sempurna
Kembalilah kau dalam jalan Tuhan
Jalan yang teridhoi oleh-Nya
Sucikan hatimu, hentikan tindak oleh nafsumu
Jawablah do’anya disepertiga malammu
Rindukan kembali dirinya dalam setiap nafasmu
Dan jemput serta nyatakanlah harapan yang ia bangun
Dengan segala ridho Ilahi
Kau bersamanya akan hidup dalam perabadian nyata